Selasa, 04 Januari 2011

Menyikapi kenaikan harga cabe rawit

Penulis agak terkejut melihat kenaikan harga cabe di pasar-pasar tradisional apalagi di super market yang pada permulaan tahun 2011 ini telah dapat menembus harga Rp.100.000,-/kg, padahal minggu kemarin masih berharga Rp.70.000,- sampai dengan. Rp.80.000,-/kg, sedangkan keperluan cabe sangatlah dominan terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang berjualan makanan yang selalu memakai cabe rawit.
Menyikapi kenaikan tersebut sebaiknya ibu-ibu dapat memberitahukan para langganannya kenapa cabe rawitnya sedikit atau cukanya kurang pedas, sehingga langganan tidak hilang atau pindah ketempat lain. Jangan makanan yang biasa pakai cabe rawit diganti dengan cabe murah lainnya, itu sama saja dengan membohongi pelanggan, karena rasa dan bau cabe rawit berbeda dengan cabe lainnya. Lebih baik terus terang saja berhubung harga cabe rawit sangat mahal maka cabenya dikurangi atau tidak pedas, mudah-mudahan langganan tidak kapok dan tetap berbelanja pada ibu-ibu yang menjual makanan.
Saran penulis kalau bapak dan ibu punya lahan dekat rumah, sebaiknya ditanami cabe, lumayan untuk makan dan dapat mengurangi pembelian cabe di pasar. Sebaiknya kalau menanam cabe pilihlah cabe yang matang berwarna merah tua dan segar untuk dijadikan bibit. Ambil bijinya dan kulitnya dapat dimakan. Hamburkan saja biji-bijinya, apalagi dimusim penghujan, insya allah akan tumbuh. 
Nah sekian dulu dan selamat mencobanya !!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar