Hidup kita merupakan suatu cerita sama halnya dengan sebuah sandiwara yang peran utamanya dalam cerita itu adalah kita sendiri, bagaimana kita harus berekting dengan baik dan sesuai dengan cerita yang akan dilakoni, sehingga para penonton terhanyut seolah-olah terjadi sebenarnya. Demikian juga kita sebagai manusia seharusnya dapat memerankan apa yang semestinya seperti adanya pengakuan sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka bahwa "ALLAH SWT" adalah Tuhan Kita, tapi sayang pengakuan ini setelah sampai kedunia kita masing-masing masih banyak yang berubah, buktinya adanya macam-macam kepercayaan yang dianut manusia sehingga terdapatlah berpuluh atau beratus kelompok manusia dengan kepercayaan yang berbeda. Dan yang paling parah adalah tidak mengakui "ALLAH SWT sebagai Tuhan-Nya" Nauzulbillah.
Dari sini jelas bahwa kehidupan manusia merupakan suatu cerita sampai manusia itu meninggalkan dunia ini barulah ceritanya berakhir, ektingnya selesai, yang tinggal adalah Sejarah-Nya, orang kita menyebutnya sebagai kenangan. Oh bapak itu dulunya baik, seperti ...... mereka ceritakan kembali kebaikannya, demikian juga ada orang yang menceritakan keburukannya, itulah manusia.
Himbauan dari penulis " jadilah manusia yang dapat memelihara bumi dan jangan menjadi manusia perusak di muka bumi". Hal ini akan merugikan diri sendiri dengan mendapatkan siksa dan derita yang akan dialaminya baik diatas dunia maupun di akherat kelak. Marilah kita kembali kepada Allah SWT agar kita dapat berekting sesuai dengan jalur cerita yang sebenarnya. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar