Persaingan yang bebas merupakan ajang pamer kekuatan alias unjuk gigi baik terhadap sesama negara maju maupun negara yang sedang berkembang, hal ini dapat kita lihat dan saksikan lewat mass media elektronik, ada positif dan negatifnya dari permasalahan ini. Positifnya adalah kita sebagai negara berkembang tentu ingin meniru barang yang telah berhasil di produksi oleh negara maju, baik berupa alat perang maupun alat lainnya yang kelihatannya serba canggih atau tercanggih saat ini. Negatifnya adalah negara berkembang selalu mengejar ketertinggalannya yang mengakibatkan dililit hutang besar yang tidak habis-habisnya.
Pada kesempatan ini penulis menyarankan sebaiknya pemerintah kita ambil yang positifnya saja agar apa yang telah mampu kita produksi, ya produksilah demikian juga alih teknologi sekarang maupun yang akan datang harus tetap dilaksanakan karena hal ini akan menambah nilai IPTEK kita, sehingga produksi yang akan datang akan lebih baik dari produksi yang sekarang. Lama kelamaan negara kita akan menjadi negara maju dengan tehnik dan kemampuan kita sendiri, jadi bukan meniru negara-negara maju sekarang.
Berhutang harus dibatasi sementara pencicilan hutang harus jalan terus, sehingga sampai saatnya nanti negara kita akan terlepas dari hutang besar, berarti negara maju sudah didepan mata tinggal pandai-pandailah mengatur dan meningkatkan mutu produksi yang semakin lama akan semakin tinggi dan canggih. Insya Allah semoga akan tercapai kelak. Amin.
Nah Bangsa Indonesiaku selamat berjuang untuk menuju negara maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar